Aduh Ternyata, Banyaknya Orang Gendut Itu Bagian dari Tanda Kiamat!

0
236

Banyak kitab tafsir hadits yang menyebutkan bahwa munculnya orang-orang gendut adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Wah, ngeri ya? Hal itu didasari oleh hadits yang diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wa salam yang bersabda:

“Generasi terbaik adalah umat pada masaku, kemudian yang setelah mereka, kemudian yang setelahnya, kemudian setelah itu akan ada suatu kaum yang bersaksi namun tidak dipercayai, berkhianat dan tidak pernah memegang amanah, bernadzar namun tidak melaksanakannya, serta tampak pada mereka kegemukan”. (HR Bukhari Muslim)

Banyaknya orang gendut atau gemuk di akhir zaman bisa jadi disebabkan oleh menyebarnya kekayaan, banyaknya macam makanan dan minuman, menjamurnya makanan-makanan manis, dan sedikitnya orang yang menggerakkan tubuhnya. Itu karena berbagai macam peralatan menunjang dirinya, sehingga dia tidak membutuhkan gerakan tubuh kecuali hanya sedikit sekali. Maka bertambahlah kegemukan tubuhnya, baik orang tua maupun anak-anak.

Survey menyebutkan, bahwa seperenam penduduk dunia mengalami kelebihan berat badan. Sehingga sekarang ini menjamur obat yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan, melawan kegemukan, operasi perut dan semisalnya.

Fenomena itu mengundang perhatian kita karena termasuk salah satu tanda kiamat. Namun, tidak semua tanda kiamat haram, tentunya. Sebagian ada yang kita cintai, misalnya penaklukan Baitul Maqdis dan Konstantinopel. Secara umum, tanda-tanda kiamat itu adalah perkara-perkara yang belum terjadi pada zaman shahabat Nabi shalallau alaihi wa salam. Sebagian peristiwa yang baik, dan sebagian lain buruk.

Lalu, fenomena orang gendut termasuk perkara terpuji atau tercela? Barang kali perkataan Imam Syafi’I rahimahullah ini bisa menjawab, “Saya tidak pernah melihat orang gemuk yang baik kecuali pada Muhammad bin Al-Hasan.” Siapa itu Muhammad bin Al-Hasan? Ternyata ia adalah Muhammad bin Hasan Al-Syaibani (131-181 H). Ia adalah seorang ulama muslim yang ahli fikih, ahli hadits dan ahli Bahasa. Al-Syaibani seorang ahli fikih Irak yang dikenal sebagai sahabat Abu Hanifah dan menyebarkan madzhabnya.

Kata orang, Al-Syaibani gendut tapi pinter. Artinya, fenomena orang-orang gendut sebagai tanda akhir zaman bukanlah perkara yang buruk selama ia saleh dan bermanfaat untuk Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY