Alam Jin dan Mengapa Merasuki Tubuh Manusia

0
711

Tidak ada seorang pun di antara umat Islam menolak keberadaan jin. Orang-orang Yahudi dan Kristen juga mengakui bahwa jin itu ada seperti umat Islam meyakininya. Keberadaan jin menjadi keyakinan yang luas berdasarkan penyebutan terus-menerus dan konsisten terkait keberadaan mereka dalam sabda-sabda para nabi.

Al-Qur’an menyatakan keberadaan jin itu Nabi Sulaiman (AS):

“Dan ada jin yang bekerja di depannya (di bawah kekuasaannya, dengan izin Tuhannya.” (34: 12).

Tentang jin ini, Alkitab menceritakan: “Lalu ia pergi ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.” (Markus 1: 39)

Al-Qur’an juga berbicara tentang orang-orang yang menyembah jin dalam surah Al-An’am: “Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu….” (Al-An’am: 100).

Jin digambarkan oleh Nabi sebagai makhluk hidup yang mandiri dan memiliki kehendak bebas, tinggal di bumi paralel dengan dunia manusia. Mereka tidak terlihat mata manusia dalam keadaan normal. Jin juga mampu melakukan transformasi atau berubah wujud ke dalam bentuk lain, misalnya ular, anjing, dan manusia.

Jin, dalam bahasa Arab, berasal dari kata kata kerja janna, yang berarti menyembunyikan. Itulah sebabnya, embrio yang tersembunyi di dalam rahim (uterus) disebut janin, dan hati yang tersembunyi di rongga dada disebut jaann.

Dalam Islam, jin bukan bangsa malaikat. Mereka diciptakan Allah dari nyala api. (Ar-Rahman: 15), sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya berdasarkan riwayat Aisyah (RA) dari Nabi (SAW).

Bagaimana jin bisa merasuk ke tubuh manusia dan mengganggu? Beberapa kemungkinannya, itu karena keinginan sensual, atau bahkan cinta kepada manusia. Namun, gangguan yang paling sering terhadap manusia adalah akibat kemarahan jin yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

Mereka mengganggu manusia sebagai balasan. Misalnya, ketika manusia sengaja membahayakan atau menyakiti mereka dengan buang air kecil atau melempar benda-benda tertentu di tempat tinggal mereka.

Meskipun manusia tidak menyadari apa yang telah dilakukan jin karena tidak bisa melihatnya, jin memiliki karakter sangat bodoh, keras dan cenderung merespon dengan kejahatan. Jadi, mereka penuh dendam terhadap manusia dalam masalah yang mungkin secara logika tidak pantas.

Jin biasanya tinggal di tempat yang tidak ditempati oleh manusia, seperti bangunan yang ditinggalkan, alam terbuka, hutan, kuburan, kuil, gua, sumur, tambang, pegunungan, pulau-pulau dan tempat-tempat najis, seperti tempat pembuangan sampah dan toilet.

Apakah jin memiliki efek pada tubuh manusia? Ada banyak bukti bahwa jin bisa mengontrol manusia. Al-Qur’an menyatakan, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275).

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Jinn: 6).

Al-Qur’an semakin menegaskan, “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Fushilat: 36).

Tentang doa ibu Maryam, Al-Qur’an menceritakan, “Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk”. (Ali Imran: 36).

Tentang kisah Ummu Zufar (wanita yang mengadukan penyakit kepada Nabi SAW) dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Dalam riwayat Al-Bazzar dari jalan lain dari Ibnu ‘Abbas tentang kisah seperti ini disebutkan bahwa wanita itu berkata, “Aku takut si jahat itu akan menelanjangiku”. Si jahat (al-Khabits) adalah setan.”

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY