kisah Nabi Muhammad dan Nabi Ayyub untuk diambil pelajarannya dalam pengobatan
kisah Nabi Muhammad dan Nabi Ayyub untuk diambil pelajarannya dalam pengobatan

Belajarlah dari 2 sosok Tauladan Ummat yang mengukir sejarah Islam.
Pertama, orang yang pernah diuji dengan sakit terparah selama 18 tahun yaitu Nabi yang mulia Ayub.

Kedua, orang yang tak pernah sakit dalam hidupnya kecuali di racun dan disihir yaitu Nabi yang Mulia Muhammad Rasulullah.

Apa pelajarannya ?
Pertama, belajarlah bagaimana Nabu Ayub sembuh seketika dari sakitnya. Setelah mengamalkan perintah Allah dalam Surat Shod ayat 42-44.

Kedua, belajarlah bagaimana Nabi Muhammad Rosulullah yang selalu sehat tak pernah sakit karena memiliki cara jalan fitrah yang tak banyak di ketahui saat ini.

Giliran berkendaraan Nabi menggunakan tunggangan kuda yang terbaik. Kalau olah raga Nabi memanah, bergulat, dan berenang. Makanannya kurma, kismis. minumannya air zam-zam dan Madu. Bibirnya tak pernah kering dari zikir dan do’a. Tidurnya Rasulullah miring ke kanan.

Bukankan setiap apa yang di lalukan Nabi terdapat hikmah yang dapat kita ambil pelajarannya.

Dan bukankan semua yang di lalukannya mengandung pelajarn berharga agar kita senantiasa sehat. InsyaAllah.

Rasulullah tidak melakukan perbuatan dan perkataan kecuali wahyu Allah. Dan Beliau adalah tauladan yang terbaik.

Belajarlah pengobatan dari sumbernya yaitu Al-Qur’an.

Allah berfirman :

‎وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰ نِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ وَلَا يَزِ يْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَا رًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 82)

================
Saatnya kita merenungi kisah kedua tokoh di atas, untuk diambil pelajarannya dalam pengobatan.

Saatnya kita kembalikan pada Al-Qur’an, niscaya semua jawaban akan di temukan.
.
MasyaAllah, banyak penyakit yang dulu membingungkan, sulit di terapi, lama sembuh, menjadi mudah, sederhana saat di kembalikan pada pengobatan Al-Qur’an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here